Global Warming atau Pemanasan Global adalah peningkatan suhu rata-rata atmosfer, laut, dan daratan Bumi. Semua sumber energi yang ada di Bumi berasal dari matahari. Saat energi tiba di permukaan Bumi, energi berubah dari cahaya menjadi panas yang berfungsi menghangatkan Bumi. Energi itu terbagi menjadi tiga. Sebagian diserap atmosfer Bumi, sebagian dipantulkan kembali, dan sisanya masuk ke Bumi.  Namun, sebagian panas yang terperangkap di atmosfer Bumi karena penumpukan gas-gas seperti uap air dan karbon dioksida. Gas-gas ini menyerap dan memantulkan kembali energi yang dipancarkan Bumi sehingga panas yang dihasilkan tetap tersimpan di permukaan Bumi. Hal ini terjadi berulang-ulang sehingga menyebabkan peningkatan suhu bumi.

Lalu, apa yang akan terjadi? Kenaikan temperatur atau suhu yang berlebihan akan menyebabkan ketidakseimbangan alam dan memberikan pengaruh pada kehidupan di Bumi.

Dampak Terhadap Hewan

Peningkatan suhu membuat lapisan es di Kutub Utara terus menipis. Hal ini menjadi ancaman bagi beruang kutub dan anjing laut. Tanpa hamparan es, beruang kutub harus berenang sangat jauh untuk mencari makanan dan ada kemungkinan tenggelam karena kelelahan. Sama halnya dengan anjing laut yang akan kehilangan tempat istirahat. Sementara, terumbu karang dan biota laut lainnya yang tidak tahan akan air laut yang menghangat juga dapat mengalami kepunahan.

Begitu pula dengan hewan peternakan seperti sapi. Berdasarkan penelitian para ilmuwan, suhu yang memanas membuat betina lebih banyak melahirkan anak-anak sapi jantan. Sehingga jumlah hewan jantan akan lebih banyak dari betina. Jika hal ini terus berlanjut, maka semakin lama akan semakin sulit bagi hewan tersebut mendapat keturunan dan membuatnya di ambang kepunahan. Namun, kenaikan temperatur justru menyebabkan nyamuk cepat berkembang biak dan keinginan untuk menggigit manusia dan hewan lain juga meningkat.

Dampak Terhadap Tumbuhan

Suhu yang menghangat akan membuat tumbuhan mengubah arah pertumbuhannya. Mereka akan mencari daerah baru karena habitat lamanya terlalu panas. Namun, pembangunan kota-kota atau lahan-lahan pertanian oleh manusia akan menghalangi. Sedangkan serangga-serangga yang juga terkena dampak Global Warming akan cepat menyerang tanaman pangan seperti padi sehingga panen akan gagal.

Hal yang lebih membahayakan adalah yang terjadi pada tanah. Tingginya kadar karbon dioksida yang diserap membuat tingkat molekul dalam tanah berubah. Selain memengaruhi kehangatan bumi, hal ini juga dapat mengganggu proses pertumbuhan tanaman. Kemungkinan terburuk adalah apabila tanah menjadi tidak bisa ditanami lagi. Siapa yang akan kesulitan? Siapa lagi kalau bukan kita sebagai manusia, kan?

Dampak Terhadap Manusia

Pengaruh Global Warming terhadap hewan dan tumbuhan akan turut memberikan dampak pada manusia. Kehidupan manusia bergantung pada ekosistem laut, langsung maupun tidak. Misalnya, garam, makanan laut, hingga kehidupan wisatanya. Saat laut mulai rusak, maka manusia pun akan kehilangan mata pencaharian.

Perubahan panas Bumi yang turut merusak hasil panen akan menyebabkan kelaparan dan malnutrisi pada manusia. Cuaca yang berubah secara ekstrem serta permukaan air laut yang meningkat dapat menyebabkan terjadinya bencana alam seperti badai, banjir, dan kebakaran. Hal ini dapat menyebabkan berbagai wabah penyakit serta trauma bagi manusia. Belum lagi air yang tercemar, serangan nyamuk yang mengganas, hingga polusi udara, semua dapat menimbulkan gangguan kesehatan yang tidak ringan.

Apa Yang Harus Dilakukan?

Tentunya sahabat Bravo! sudah tahu kan apa yang harus dilakukan untuk mencegah Global Warming bertambah parah? Nah, untuk mengingatkan, sahabat Bravo! bisa memulainya dengan hal-hal kecil yang biasa sahabat Bravo! lakukan sehari-hari. Misalnya, kurangi pemakaian AC. Tahukah sahabat Bravo! kalau freon yang dihasilkan oleh AC yang menyala telah terbukti merusak ozon sebagai selimut planet ini? Nah, apakah ada yang masih tidur dengan AC menyala sepanjang malam? Mulai sekarang, jika tidak mendesak, gantilah dengan kipas angin. Sahabat Bravo! juga dapat melakukan penghematan kertas. Gunakan kedua sisi lembaran kertas sebelum membuangnya. Menghemat energi seperti mematikan lampu dan mencabut alat elektronik jika sedang tidak dipakai juga merupakan salah satu cara mengatasi Global Warming. Hindari juga kegiatan membakar sampah dan membuang sampah sembarangan.

Lalu bagaimana cara mengurangi penyebab Global Warming, yaitu karbon dioksida yang menumpuk di permukaan bumi? Cara yang paling mudah adalah memelihara pepohonan di sekitar kita. Rawatlah mereka, dan cobalah menanam lebih banyak pohon lagi. Karena satu-satunya cara untuk menyelamatkan bumi adalah menyelaraskan kehidupan kita dengan alam. (Ayu Prameswary)